Sebenarnya tulisan ini sangat telat posting, sudah dua tahun berlalu, artinya sudah banyak yang berubah. Apalagi karena kebijakan PPKM sudah dicabut, dan aktivitas ekonomi sudah bisa berjalan normal kembali, meskipun pemerintah tetap menyarankan agar tetap taat pada prosedur kesehatan yang sudah berlaku selama pandemi COVID-19.
Ada banyak hal yang membuat saya berhenti posting di blog ambunatya. Tahun 2021 adalah tahun yang tidak mudah bagi saya. Ada beberapa peristiwa yang terjadi, yang membuat saya harus menata hati dan pikiran. Kehilangan ibunda untuk selamanya, tentunya tidak mudah. Mungkin hal itu pulalah yang membuat keinginan menulis hilang. Motivasi dan ide hilang bersama angin. Tetapi tahun 2023, jadi awal baru bagi saya untuk memulai semuanya dengan lebih baik lagi. So here I am. Berusaha kembali mengingat-ngingat perjalanan saya ke Bali di tahun 2021 yang lalu.
Hari ke 2 : Pantai Seminyak, Tanah Lot, dan Pantai Canggu
Setelah beristirahat dan menghilangkan penat dari hari sebelumnya, pagi itu kami bangun disambut dengan hujan yang lumayan deras. Agak khawatir juga sih kalau sampai hujan seharian, berhubung sudah menyewa motor untuk tiga hari. Motor menjadi pilihan karena lebih flexible, selain tentunya harga sewanya yang murah.
Honda Vario menjadi pilihan kami dengan pertimbangannya sesuai dengan postur badan jumbo. . Anak saya sudah riset sebelum memutuskan sewa motor ini. Berdasarkan pendapat reviewer, diantara berbagai jenis motor yang ada, yang ternyaman bagi penumpang dan pengendara adalah Honda Vario. Kebetulan harga sewanya juga tidak mahal.
Setelah WA rental motor malam sebelumnya, motor diantar pagi itu oleh pihak rental ke hotel. Proses sewa motor tidak sulit. Kita cukup isi formulir, foto KTP dan SIM kirim via WA, kemudian membayar sewa motor. Motor diantar ketempat kita menginap atau ke bandara.
Berhubung hari hujan, kami tidak jadi cari sarapan diluar. Hotel tidak menyediakan sarapan buffet, hanya menyediakan room service saja. Tentunya untuk lebih hemat, memanfaatkan aplikasi gofood merupakan pilihan terbaik. Tentunya karena sedang di Bali, maka makanan Bali yang harus dicoba, yang dipesan adalah nasi Jinggo, yang sejenis dengan nasi rames. Alhamdulillah nasi jingonya cocok dengan selera kami.
Sekitar jam 10.00 hujan reda, tentunya membuat kami lega, karena akhirnya bisa mulai eksplore Bali. Awalnya kami ingin melihat sunrise di pantai seminyak. Tapi karena hujan, maka akhirnya hanya berjalan-jalan saja disana. Kebetulan lokasinya tidak jauh dari hotel. Pantainya landai sehingga aman dan nyaman untuk berenang. Setelah jalan-jalan dan berfoto ria sekitar 30 menit, kemudian kembali ke hotel untuk bersiap-siap melanjutkan perjalanan hari kedua.
Ke Bali kalau tidak pantai hopping kayaknya ada yang kurang. Oleh karenanya, kami merencanakan untuk mengunjungi pantai-pantai terdekat dari hotel. Satpam hotel menyarankan agar kami mengunjungi pantai Pandawa, dan pantai Melasti dan karenanya lokasi itu menjadi tujuan hari itu. Tapi tentunya sebelum jalan, kami mampir dulu di Gusto gelato Seminyak yang berlokasi tidak jauh dari hotel Ibis Seminyak tempat kami menginap.
Ternyata menyenangkan wisata bareng anak bermotor ria. Meskipun kami tidak tahu nasib kulit kami nantinya, kami sangat menikmati perjalanan ini. Selain helm, saya menggunakan masker dan topi, agar kulit wajah saya tidak terbakar, walaupun pada akhirnya boleh dibilang usaha itu sia-sia. Kami benar-benar terlihat baru selesai liburan di daerah tropis dengan kulit lebih gelap dari biasanya. Tapi toh kesenangan yang didapat lebih besar daripada kekhawatiran tentang gosongnya kulit kami.
Setelah siap dengan perbekalan yang harus dibawa, utamanya jas hujan, kami mulai perjalanan hari itu. GPS menjadi andalan untuk menunjukan arah menuju pantai Pandawa. Kondisi Bali di Januari 2021, sangat lengang dibandingkan kondisi normal. Untuk wisatawan tentunya sangat nyaman. Selain GPS, papan petunjuk arah juga jadi kompas kami dalam perjalanan itu. Bermotor menyusuri jalan dengan sajian pemandangan khas Bali, tentunya sangat menyenangkan. Sampai mata kami tertumbuk pada papan petunjuk arah, yang menunjukkan bahwa Tanah Lot, tidak jauh dari tempat kami berkendara saat itu. Setelah berdiskusi sejenak bareng anak, akhirnya diputuskan untuk merubah tujuan. Tanah Lot menjadi tujuan wisata hari itu. Meluncurlah kami dengan sepeda motor menuju Tanah Lot.
Betul saja…sesuai perkiraan kami, Tanah Lot sangat sepi. Wisatawan yang datang hari itu bisa dihitung jari. Kami bisa tenang berfoto-foto tanpa terganggu dan terhalang orang lain. Sedih sebetulnya. Melihat banyak pedagang dan tukang foto yang berusaha menawarkan dagangan dan jasa mereka. Akhirnya saya membeli beberapa pernak-pernik dan juga menggunakan jasa fotographer disana. Setelah puas foto-foto, kami pun melanjutkan perjalanan kami. Dari sana kami menuju pantai Canggu.
Pantai Canggu popular bagi turis mancanegara. Bahkan saat pandemi sekalipun, kami masih melihat mereka dimana-mana. Terlihat mereka wara-wiri dengan motor membawa surfing boardnya.
Setelah sempat tersesat, karena jalan biasa ditutup untuk acara keagamaan, akhirnya kami sampai juga di pantai Canggu. Pantainya bersih dan cantik. Kami bermain-main air di pantai sambil berfoto-foto tentunya. Setelah puas berjalan-jalan disana, kami berencana untuk mengunjungi Patung Wisnu Kencana, karena memang kami melewati lokasinya. Sayangnya karena hari sudah sore, jarak menuju hotel cukup jauh. maka akhirnya kami memutuskan untuk langsung kembali ke hotel dan beristirahat.
Bada Isya setelah beristirahat, kami keluar lagi untuk makan malam. Alhamdulillah di sekitar hotel banyak terdapat tempat makan. Jadi malam itu kami makan ayam goreng saja. Harganya pun sangat terjangkau untuk wisatawan lokal seperti kami ini. Setelah makan malam, tentunya hanya satu tujuan kami, yakni menuju pulau kapuk untuk beristirahat dan mengumpulkan tenaga untuk perjalanan keesokan harinya.







