Memasak adalah kegiatan yang hampir selalu dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga. Tentunya karena ibu pada umumnya bertugas menyediakan makanan yang bergizi bagi seluruh anggota keluarga.
Meskipun saat ini banyak penjual makanan di setiap sudut kota, apalagi dipermudah dengan adanya aplikasi untuk memesan makanan, toh tidak membuat ibu rumah tangga meninggalkan kegiatan yang satu ini. Ada banyak alasan mengapa memasak masih menjadi satu kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan.
Membeli makanan jika dilakukan terus menerus tentunya bisa bikin kantong bolong. Belum lagi untuk memanjakan lidah pembelinya, banyak produsen yang menggunakan penyedap masakan yang dihindari oleh sebagian orang, dan beragam alasan lainnya.
Sebagai ibu rumah tangga, kita juga harus mengatur budget makanan keluarga. Mayoritas kita, memiliki keterbatasan budget. Artinya kita harus pandai-pandai menyesuaikan kondisi keuangan keluarga dengan pengeluaran yang harus dibelanjakan. Contohnya saat ini, ketika minyak goreng mendadak langka dan berdampak pada harganya yang meroket tinggi. Bagaimana mensiasati kondisi seperti ini?
Saya pribadi tidak pernah terlalu mempermasalahkan kondisi-kondisi kenaikan harga pangan tertentu di luar sana. Mengapa? Karena saya mencoba melihat dari sudut pandang berbeda. Daripada pusing, stress dan marah-marah karena harga bawang, cabe, atau minyak goreng naik, saya memilih untuk memasak dengan bahan-bahan yang berlimpah. Misalnya saja ketika harga minyak goreng naik seperti sekarang ini, saya memilih untuk tidak memasak makanan dengan cara menggoreng.
Jika kita bukan pedagang yang mau tidak mau memerlukan minyak goreng untuk produksinya, kita bisa mencoba memasak dengan cara lain seperti merebus, mengukus, membakar, atau memanggang. Salah satunya adalah resep siomay yang satu ini.
Siomay adalah satu jenis makanan yang mudah ditemui di setiap pojok kota. Meskipun cukup terkenal di Indonesia, siomay bukan masakan asli Indonesia melainkan berasal dari Tiongkok.
Di Indonesia, siomay tentunya mengalami penyesuaian selera dengan lidah orang Indonesia. Karenanya tidak heran jika siomay bukan makanan yang sulit didapat. Dari yang berharga ekonomis, sampai harga hotel bintang lima, tinggal dipilih sesuai keinginan dan budget yang ada.
Meskipun begitu, membuat sendiri tentunya akan lebih hemat dan rasanya bisa disesuaikan dengan selera. Di artikel ini saya membagikan resep siomay yang biasa saya gunakan dari resep yang dibagikan oleh Mba Diah Didi. Yuk tidak usah menunggu lama-lama, kita eksekusi resep ini buat keluarga tercinta.
Resep Udang dan Ayam ala Diah Didi
Bahan :
80 gram udang kupas, cincang halus
80 gram daging ayam, cincang halus
30 gram tepung baso/tepung tapioca
10 lembar kulit pangsit
Bumbu:
½ sendok teh merica bubuk
Garam secukupnya
¼ sendok kaldu ayam bubuk/ saya tidak pakai
¼ sendok teh gula pasir
½ sendok teh minyak wijen
Cara membuat siomay:
- Campur semua bahan dan bumbu hingga rata (tidak usah diuleni agar tidak keras), koreksi rasa dengan cara ambil sedikit adonan, lalu digoreng untuk dicicipi apakah sudah pas gurihnya.
- Ambil selembar kulit pangsit, dan isi dengan 1 sendok makan adonan, lalu bentuk sesuai selera.
- Kukus selama 10 menit atau sampai matang
- Siap disajikan dengan bumbu kacang atau bumbu sambal. Saya menggunakan bumbu kacang gado-gado yang dijual di pasar. Tambah air panas, jadi deh bumbu siomay instan 🙂







