Setelah lebih dari satu bulan disibukkan dengan acara pindahan rumah, akhirnya datang juga waktunya berlibur dan melepaskan segala stres yang sempat mampir.
Sebetulnya liburan ini sudah direncanakan di bulan November 2020, saat kami membeli tiket promo annual pass Airasia. Ternyata di bulan Desember secara mendadak ibunda memutuskan untuk pindah rumah. Seandainya saya tahu lebih awal, mungkin saya akan membatalkan rencana traveling bareng anak yang dijadwalkan di bulan Januari 2021.

Tiket promo Airasia ini berlaku selama 6 bulan sejak pembelian pertama dengan harga 1,5 juta rupiah. Tambahan biaya yang harus dikeluarkan hanya pajak saja, dan itu berbeda-beda tergantung kota tujuan kita.
Annual pass ini bisa digunakan sesering yang kita perlukan dalam rentang waktu tersebut, tentunya ada syarat dan ketentuan yang berlaku. Syaratnya adalah hanya bisa digunakan untuk penerbangan dengan kode QZ, satu ID hanya berlaku untuk satu tiket promo, tidak boleh dialihkan ke pihak lain, harus dipesan paling sedikit 14 hari sebelumnya, dan kursi yang ditawarkan juga sangat terbatas. Belum lagi kita hanya diberi kesempatan dua kali untuk tidak muncul di jadwal yang kita pilih. Jika tidak muncul untuk ketiga kalinya, maka tiket promo tersebut akan hangus. Penjelasan detilnya bisa dilihat di website Airasia.
Berhubung bulan Januari bersamaan dengan liburan semester si boss, maka kami pikir bulan Januari adalah waktu traveling yang paling pas. Alhamdulillah tiket untuk pertengahan bulan Januari 2021 masih tersedia. Kami segera memesan tiket, dan memilih tiga kota untuk dikunjungi yaitu: Lombok, Bali, dan Surabaya. Rencananya kami juga ingin memesan tiket ke Medan, tapi akhirnya kami menundanya.
Ternyata seperti sering dikatakan oleh orangtua kita, manusia berencana, tapi Tuhanlah yang menentukan. Hal ini terjadi pada kami. Ujian putra saya ditunda ke tanggal 12 Januari 2021, sementara jadwal keberangkatan ke Lombok tanggal 11 Januari 2021. Awalnya saya sarankan agar dia menyusul di tanggal 13 Januari 2021. Tapi dia khawatir masih ada ujian susulan atau perbaikan. Sehingga setelah didiskusikan bersama, maka saya memutuskan untuk melakukan solo traveling.
Sejak menikah, saya hampir tidak pernah traveling sendiri. Setiap bepergian, pasti selalu ada pendamping, bisa suami, anak, adik, ibu, bahkan teman. Jadi saya sempat ragu untuk solo traveling di usia menjelang 52 tahun ini. Rasanya koq aneh saja. Ibu-ibu traveling sendirian, meninggalkan anak yang sedang ujian di rumah. Tapi anak saya yang mendorong saya untuk beristirahat dan menikmati me time.

Hal lainnya yang tidak kami perhitungkan pada saat itu adalah kondisi pandemi yang ternyata memburuk lagi. Alih-alih kurvanya menurun, setelah liburan akhir tahun malah meningkat kembali. Rapid test antibody yang biasanya bisa digunakan dan berlaku selama 14 hari, akhirnya dirubah dan diperketat. Rapid test yang berlaku sampai artikel ini ditulis adalah antigen atau PCR. Masa berlakunya pun hanya 2 hari sejak test dan untuk PCR 3 hari sejak test.
Ke Bali dan Pontianak malah lebih ketat lagi. Rapid test antigen hanya berlaku 1×24 jam, dan PCR 2×24 jam. Jadi acara jalan-jalan yang kami pikir bisa dilakukan dengan budget terbatas, akhirnya berantakan, tidak sesuai rencana. Tapi nasi sudah jadi bubur, jadi satu-satunya jalan ya dinikmati saja.
Alhamdulillah Airasia bekerjasama dengan beberapa klinik dan rumah sakit untuk pemeriksaan rapid test dan PCR. Ada harga khusus yang diberikan untuk rapid test antigen dan PCR. Saya hanya membayar 95 ribu rupiah untuk test antigen yang dilaksanakan di RS. Harapan Sehati di Bojong Gede. Padahal harga yang berlaku bagi umum di RS Harapan Sehati Rp. 150.000,-. Untuk info rumah sakit dan klinik apa saja yang bekerjasama dengan Airasia, bisa diakses di website Airasianya.
Sehari sebelum tanggal keberangkatan, Minggu tanggal 10 Januari 2021 saya menuju RS Harapan Sehati untuk rapid test Antigen. Saya tiba disana sekitar jam 11, dan ternyata sudah banyak yang antre. Setelah mendaftar, dan dipanggil serta di swab, sekitar jam 13.30 hasil test saya sudah bisa diambil. Alhamdulillah hasilnya non reaktif, sehingga saya bisa melakukan traveling sesuai rencana saya.
Sobat Ambunatya, di bagian kedua saya akan menceritakan itinerary traveling di Lombok. Saya juga akan rinci pengeluaran apa saja yang saya belanjakan selama traveling. Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk sobat yang juga punya rencana bepergian ke Lombok dalam waktu dekat. Simak terus ya pengalaman saya ini. Salam traveling.







