Movies,  Women's Life

Our Sister’s Soulmate, Serial TV Jepang yang Mengingatkan Bahwa Bahagia Itu Sederhana

Setelah lebih dari satu bulan tidak menulis artikel untuk blog ini, akhirnya saya bisa kembali duduk di depan laptop dan kembali menulis. Sebetulnya saya tidak dalam kondisi sibuk sehingga tidak sempat menulis. Hanya saja sebulan belakangan ini rasa enggan alias mager menyerang. Rasanya malas sekali melakukan hal-hal diluar rutinitas. Entah kenapa kadang rasa seperti ini datang.

Sebetulnya sebagai manusia kita bisa melawannya dengan kedisiplinan dan konsistensi. Tapi memang ini penyakit saya sejak lama. Saya seringkali cepat merasa bosan dengan apa yang saya lakukan. Tentunya karena saya tahu kelemahan saya ini, akhirnya saya memaksakan diri untuk mulai kembali apa yang sudah saya mulai. Jangan sampai hal ini menjadi siklus yang terjadi berulang-ulang.

Kalau saya pikir-pikir, sebetulnya orang semacam saya cocok dengan pekerjaan merintis sesuatu yang baru, setelah semuanya ajeg dan mulai stabil, maka pekerjaan yang bersifat rutin, bisa diserahkan kepada orang lain. Tantangan dan hal-hal baru rasanya lebih menyenangkan untuk diselesaikan. Kalau suami saya dulu bilang, istilah orang-orang yang bekerja seperti ini adalah ‘buldozer’.

Kegiatan ketika saya dalam mager mode, selain browsing dan baca-baca artikel di internet, ialah menonton televisi. Ada dua channel TV yang jadi favorit saya, Waku-waku Japan dan HGTV. Kebetulan di kedua channel tersebut ada program renovasi rumah yang saya sukai. Untuk Waku-waku Japan, nama programnya adalah Before and After. Program jalan-jalan, quiz, film, dan game show juga menjadi pilihan saya.

Khusus untuk film, jika sempat saya meluangkan waktu menonton siaran jam 20.00 – 22.00. Biasanya film-film di Waku-waku Japan cukup menarik. Sekedar menonton saja, meskipun ada beberapa serial yang saya sukai karena lucu.

Sejak bulan Maret ini, ada satu serial yang cukup menarik perhatian saya, judulnya Our Sister’s Soulmate (Nechan no Koibito). Menarik karena serial dengan genre komedi romantis ini diisi oleh aktor-aktor yang piawai berakting, terutama oleh dua aktor utamanya yang memiliki tingkat kemampuan akting yang sangat mumpuni. Mereka adalah si ganteng Hayashi Kento yang berperan sebagai Yoshioka Manato dan si manis Arimura Kasumi yang berperan sebagai Adachi Momoko.

Serial ini bercerita tentang seorang gadis yatim piatu yang harus mengurus adik laki-lakinya, dan seorang laki-laki yang selalu tersenyum meskipun ia memiliki masa lalu yang dirahasiakannya.  

Ketika Momoko Adachi masih di sekolah menengah, orang tuanya meninggal karena kecelakaan. Dia ditinggalkan bersama tiga adiknya. Untuk menghidupi keluarganya, Adachi Momoko tidak bisa melanjutkan pendidikan ke universitas dan bekerja di toko perangkat keras. Sembilan tahun kemudian, dia sekarang berusia 27 tahun. Ketiga adiknya berusia 20, 17, dan 14 tahun.

Momoko adalah seorang perempuan yang lugas, ceplas-ceplos, ceria dan sangat positif. Ia seorang individu yang mampu melihat dan menyikapi segala hal yang dialaminya dengan optimis. Sikap dan kepribadiannya itu juga membentuk adik-adiknya menjadi individu yang berkepribadian menyenangkan.

Adachi Momoko menempatkan kebahagiaan saudaranya di atas hal lain. Suatu hari, dalam satu kegiatan Natal 2020 yang melibatkan staf dari seluruh bagian di perusahaan tersebut, dia bertemu Yoshioka Manato yang menjadi perwakilan dari bagian pengiriman. Pertemuan pertama itu, menimbulkan tumbuhnya benih-benih cinta pada pria ini. Yoshioka Manato, adalah pria yang selalu tersenyum, meskipun ia memiliki kenangan pahit dari masa lalunya.

Plot cerita mengalir dengan lancar dari awal sampai akhir cerita. Ceritanya sebenarnya cukup sederhana. Hanya saja kemampuan akting Hayashi Kento, benar-benar membuat saya menjadi fans barunya. Kesedihan, bingung, kegalauan, kebahagiaan, dan segala macam perasaan yang ingin ditampilkan, mampu ia sampaikan melalui ekpresi wajah dan bahasa tubuh yang ditampilkan. Tidak perlu berteriak dan melotot seperti artis sinetron di TV nasional.

Film ini mampu membuat saya larut menikmati alur cerita, kadang tertawa, kadang menangis, hanya dengan melihat akting dan cerita yang disampaikan.

Selain dua aktor utama tersebut di atas, aktor pendukung di serial ini juga merupakan aktor terkenal yang kemampuan aktingnya tidak diragukan lagi. Jadi tidak rugi meluangkan waktu untuk menontonnya.

Selain akting piawai para aktornya, hal yang menarik dari serial ini adalah pesan yang ingin disampaikan kepada kita para penontonnya, dalam menyikapi kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia. Film ini mengajarkan banyak hal, terutama kemampuan untuk selalu bersyukur dan menyikapi apapun yang terjadi secara positif. Salah satunya melalui simbol gantungan kunci yang terbelah dan diperbaiki, ajakan untuk menjadikan hari Natal 2020 menjadikan dunia sedikit lebih terang, dan hal-hal sederhana lainnya, tapi memiliki arti yang mendalam.

Ada beberapa dialog dan narasi yang mencerminkan tentang pentingnya sikap positif dalam kehidupan. Momoko dalam satu dialognya mengatakan bahwa, “Kita tidak bisa merubah apa yang sudah terjadi. Saya tidak bisa menolak apa yang terjadi pada orangtua saya. Banyak yang berubah karena kematian mereka. Tapi yang terpenting adalah apa yang kita lakukan setelahnya”.

Ada juga narasi yang diucapkan oleh adik Momoko juga cukup berkesan bagi saya. Ia mengatakan, “Kakak pernah berkata, untuk hidup kita perlu makan, tempat tinggal, dan pakaian. Tapi agar kita bisa hidup dengan kuat, maka kita harus memiliki orang yang kita sayangi dan pedulikan. Karena dengan menyayangi dan peduli pada mereka, maka mereka pun akan melakukan hal yang sama”.

Selain alur cerita dan akting, soundtrack film ini juga enak didengar. Jadi secara keseluruhan ini jadi salah satu serial favorit saya sepanjang masa. Saya bahkan sampai langganan Netflix karena tidak  mau menunggu untuk tahu akhir ceritanya.

Pesan mendasar yang saya dapatkan dari serial Our Sister’s Soulmate, bahwa untuk bahagia tidak diperlukan barang-barang mewah, uang yang berlimpah dan hal-hal yang bersifat duniawi. Kebersamaan, kepedulian, kasih sayang, kemampuan menerima apa yang terjadi pada diri kita, dan menyikapinya dengan positif akan memberi kebahagiaan hakiki bagi diri dan orang-orang di sekitar kita. Karena seperti orang bijak sering mengatakan, bahwa selalu ada hikmah dari setiap kejadian yang kita alami. Jadi jangan pernah lupa untuk selalu bahagia, karena bahagia itu sederhana.

Serial ini bisa jadi salah satu alternatif untuk sobat Ambunatya, saat ingin menonton dan memanfaatkan waktu senggang yang dimiliki. Selamat menonton dan jangan lupa bahagia.

Referensi Foto: 1. https://www.wakuwakujapan.com/en/program/detail/wj0000005954/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!