Monkey Business si Janda Bolong
Beberapa waktu belakangan ini, kita dihebohkan dengan berbagai berita dari media maupun dari tetangga sebelah rumah, mengenai mahalnya tanaman yang disebut janda bolong. Kebetulan saya memiliki tanaman ini di halaman rumah. Selama ini saya tidak mau repot merawatnya. Kebetulan kakak ipar saya senang berkebun, dan janda bolong ini ada dihalamannya. Jadi saya minta dan petik untuk jadi tanaman rambat. Jadi boleh dibilang saya sudah memilikinya sejak bertahun-tahun yang lalu. Meskipun saat pandemi banyak orang yang mengembangkan hobi berkebun, saya bukan salah satu dari mereka.
Saya tidak pernah membudidayakan janda bolong, atau tanaman lain, karena saya bukan orang yang senang berkebun. Jadi karena tidak dirawat, hanya tersisa 1 rambatan yang terdiri dari beberapa daun. Hanya saja sekitar sebulan yang lalu, ibu-ibu tetangga rumah, datang dan memberitahukan bahwa tanaman-tanaman yang ada dihalaman saya, sekarang harganya mahal. Ada yang meminta bibit untuk menanam dirumahnya. Tanaman lain yang lumayan heboh jadi pembicaraan ibu-ibu disekitar komplek adalah aglonema, lidah mertua ber-lis kuning, dan beberapa tanaman lainnya. Boleh dibilang, menanam jenis tanaman ini sekarang menjadi tren.
Meroketnya harga-harga tanaman tersebut, membuat banyak orang tertarik untuk berbisnis dan membudidayakannya. Hanya saja, saya sendiri tidak terlalu tertarik dengan tren ini. Mengapa? Karena tren seperti ini sering terjadi di Indonesia. Yang masih segar dalam ingatan saya adalah tren ikan arwana, tanaman gelombang cinta, diikuti dengan tren batu akik, dan tren-tren lainnya. Sehingga saat sekarang janda bolong dan teman-temannya menjadi viral, saya melihat pola yang sama. Kebetulan saat berselancar didunia maya saya melihat ada bahasan mengenai monkey business. Ternyata fenomena meroketnya harga-harga, bisa dikaitkan dengan praktek monkey business ini. Apa sih yang dimaksud monkey business?
Monkey Business
Dijelaskan di pikiran rakyat.com, monkey business adalah sebuah perumpamaan strategi bisnis untuk merugikan orang lain dan menguntungkan diri sendiri. Monkey business termasuk dalam dirty business yang sebaiknya dihindari oleh orang yang ingin belajar berwirausaha. Modus bisnis monkey business seperti ini dimulai dari pemodal yang mengumumkan akan membeli monyet dengan harga Rp50 ribu per ekor. Padahal monyet di tempat itu sama sekali tak ada harganya karena jumlahnya yang banyak dan kerap dianggap sebagai hama pemakan tanaman buah-buahan. Para penduduk desa yang menyadari bahwa banyak monyet di sekitar desa pun kemudian mulai masuk hutan dan menangkapinya satu persatu. Setelah monyet ditangkap, pemodal membeli tiap monyet dengan harga yang diumumkan. Namun karena penangkapan secara besar-besaran, akhirnya monyet-monyet semakin sulit dicari. Penduduk desa pun menghentikan usahanya untuk menangkapi monyet, itulah monkey business. Maka pemodal sekali lagi kembali untuk mengumumkan akan membeli monyet dengan harga Rp. 100 ribu per ekor. Setelah monyet menjadi langka, harganya meroket naik hingga Rp. 150 ribu per ekornya. Sekali lagi pemodal akan mengumumkan kepada penduduk desa bahwa ia akan membeli monyet dengan harga Rp. 500 ribu per ekor. Dengan alasan pemodal harus pergi ke kota karena urusan bisnis, asisten pribadinya akan menggantikan sementara atas namanya. Dengan tiada kehadiran pemodal ini, asisten pun mengumumkan diam-diam bahwa monyet yang ada di kurungan besar yang dikumpulkan oleh pemodal akan dijualnya seharga Rp. 350 ribu. Akhirnya, penduduk desa pun mengumpulkan uang simpanan mereka, menjual aset bahkan kredit ke bank dan membeli semua monyet yang ada di kurungan. Namun, setelah dibeli maka pemodal dan asistennya menghilang. Intinya adalah mereka berusaha mendapatkan keuntungan dengan cara-cara yang tidak jujur.
Bijak Menanggapi Tren Sesaat
Kemajuan teknologi memudahkan kita untuk mengakses berbagai informasi. Sayangnya informasi yang beredar didunia maya tidak hanya terdiri dari informasi yang positif saja, melainkan juga informasi negatif. Sehingga sebagai pengguna kita harus sangat berhati-hati. Viralnya janda bolong juga tidak terlepas dari berita yang beredar luas di media online dan sosial media. Agar kita terhindar dari penipuan atau masuk dalam jebakan orang-orang yang tidak bertanggungjawab, maka kemampuan kita untuk selalu berhati-hati. Apa saja langkah-langkahnya? Yuk kita lihat penjelasan dibawah ini.
- Perbaiki Literasi
Membaca adalah salah satu cara untuk menambah wawasan kita. Sehingga membaca secara tuntas akan membantu kita menambah pengetahuan, dan meningkatkan kemampuan kita menganalisis apa yang ada disekitar kita. Saat tren-tren tersebut muncul kita bisa membandingkan dengan peristiwa yang pernah terjadi dimasa lalu. Sehingga kemungkinan kita akan masuk jebakan ‘batman’, bisa dikurangi.
- Selalu Cek dan Ricek
Bukan rahasia lagi, bahwa kebanyakan orang Indonesia tidak suka membaca. Membaca judul kemudian menyimpulkan, serta langsung memberi komentar, adalah kebiasaan yang banyak dilakukan oleh masyarakat kita. Pada akhirnya kebiasaan ini seringkali merugikan diri kita sendiri. Oleh karena itu saatnya buat kita semua untuk lebih waspada dengan cara selalu cek dan ricek berita. Saat menerima berita melalui media dan sosial media kita, jangan pernah ragu untuk cek di google. Kita tinggal memasukan kata kunci, dan cari di website-website yang terpercaya. Misalnya di media-media mainstream. Setelah memastikan berita yang kita inginkan itu dapat dipercaya, baru kita mengambil keputusan.
- Jangan Tergoda Dengan Sesuatu Yang Too Good Too Be True
Orang barat bilang, sesuatu yang too good too be true, pasti akan too good too be true. Artinya sesuatu yang terlalu indah dan tidak masuk nalar, pada umumnya adalah sesuatu yang mustahil atau merugikan. Jadi untuk kasus janda bolong yang sedang viral sekarang ini, coba kita pakai nalar kita. Apakah tanaman yang mudah dibudidayakan, dan tidak sulit cara menanamnya akan berharga sampai ratusan juta? Silakan sobat menjawabnya. Jawaban sobat yang akhirnya akan menentukan apakah sobat akan turut serta dalam hiruk pikuk bisnis janda bolong ini, atau tidak.
Jadi pada akhirnya, apapun yang akan kita lakukan, selalulah memakai nalar dan pengetahuan yang kita miliki. Dengan berhati-hati maka kita bisa terhindar dari praktek-praktek bisnis merugikan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Oke sobat jangan lupa ingatkan juga keluarga dan teman-teman kita.
