Education,  Family & Parenting,  Motivation,  self help

Etiket, Masihkah Diperlukan?

Pernahkah anda mendengar seseorang mengatakan, “Orang itu betul-betul tidak tahu etiket!”. Kata-kata ini kadang muncul dari mulut seseorang karena melihat sesuatu yang dianggap kurang pantas. Contohnya, saat seseorang bertamu ke rumah kenalannya, dan anak tuan rumah lewat tanpa mengucapkan permisi, dan berlalu seolah-olah tidak ada siapapun disitu.

Kata etiket mungkin tidak terlalu sering kita dengar saat ini. Kita mungkin lebih sering mendengar kata sopan santun. Tapi di masa lalu, kata ini lumayan sering diucapkan. Apalagi saat populernya sekolah-sekolah kepribadian yang mengajarkan etiket sebagai salah satu mata pelajarannya. Biasanya saat mendengar kata etiket, kita akan membayangkan tentang tata cara makan dalam acara formal, atau aturan saat kita diundang ke upacara-upacara formal atau kenegaraan. Meskipun sebenarnya makna etiket lebih dari sekedar tata cara makan.  

Apa sih yang sebenarnya dimaksud dengan etiket? Apakah etiket dan etika itu berbeda? Apakah etiket itu masih diperlukan sekarang ini? Pertanyaan-pertanyaan ini akan saya coba jawab di artikel ini.

Apakah Etiket Itu?

Etiket atau etiquette dalam bahasa Inggris, adalah kata yang berasal dari bahasa Perancis estique, yang artinya melekatkan atau menempelkan. Merriam-Webster.com, mendefinisikannya secara pendek sebagai “aturan yang menunjukkan cara yang tepat dan sopan untuk berperilaku.” Sedangkan definisi lengkapnya adalah “perilaku atau prosedur yang disyaratkan oleh pendidikan yang baik atau ditentukan oleh otoritas untuk dipatuhi dalam kehidupan sosial atau resmi.” Sementara itu dalam kamus besar bahasa Indonesia, etiket memiliki arti tata cara (adat sopan santun, dan sebagainya) dalam masyarakat beradab dalam memelihara hubungan baik antara sesama manusianya.

Jadi jika kita menyimpulkan dari definisi tersebut di atas, etiket adalah sekumpulan tata cara adat, sopan santun, yang menunjukkan cara yang tepat mengatur hubungan dalam masyarakat untuk memelihara hubungan baik antara sesama manusia.

Perbedaan Etiket dan Etika

Seringkali kita tidak bisa membedakan apa yang dimaksud dengan etiket dan etika. Bahkan terkadang kita menganggap bahwa kedua kata ini memiliki arti yang sama. Pada kenyataannya etika dan etiket adalah dua kata yang memiliki arti berbeda. Seperti dijelaskan diatas, etiket bisa didefinisikan sebagai sekumpulan tata cara adat, sopan santun, yang menunjukkan cara yang tepat mengatur hubungan dalam masyarakat untuk memelihara hubungan baik antara sesama manusia.

Sementara etika adalah kata yang berasal dari bahasa Yunani ethikos yang diartikan di KBBI sebagai ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak serta tentang kewajiban moral (akhlak). Boleh dibilang etiket lebih mengacu kepada ranah adat sopan santun, sedangkan etika lebih mengacu kepada ranah moral. Etika mengatur perilaku yang berlaku absolut pada setiap orang. Contohnya mencuri adalah perbuatan buruk, dan ini berlaku diseluruh masyarakat yang ada didunia. Sementara etiket bisa berbeda-beda tergantung tempat dimana kita berada. Misalnya saja, etiket makan di masyarakat Jawa akan berbeda dengan etiket makan di masyarakat Batak. Jadi dari penjelasan diatas, kita sekarang tahu bahwa etiket dan etika itu berbeda.

Perlukah Etiket di Jaman Milenial?

Di zaman milenial yang serba cepat, teknologi memegang peranan penting untuk membantu dan memudahkan kehidupan manusia. Apalagi ketika internet ditemukan. Internet jugalah yang membuat dunia menjadi dekat. Seolah-olah sudah tidak ada lagi jarak dan waktu. Sekarang ini, tidak aneh bagi kita untuk menggunakan telepon seluler, sosial media, bahkan video call untuk berinteraksi dengan orang lain. Tentunya ada dampak yang kita rasakan, kita pada akhirnya dituntut mampu bekerja seefisien dan seefektif mungkin. Tapi tentunya efisiensi dan efektivitas, tidak akan menghilangkan kebutuhan untuk memiliki etiket yang baik. Mengapa? Karena manusia memiliki kebutuhan untuk dihargai.

Setiap individu ingin dihargai oleh orang lain. Betapa sakit hatinya kita, ketika diremehkan orang lain. Misalnya saja ketika lawan bicara kita tidak mau menatap saat sedang bercakap-cakap. Atau saat kita ajak bicara, dia malah asyik memainkan handphone-nya, atau ketika seseorang memerintah kita tanpa mengucapkan ‘tolong’. Kadang ada orang yang tidak tahu etiket dalam mengirimkan pesan. Sehingga ia menulis seluruh pesannya dengan huruf kapital. Ia tidak menyadari bahwa huruf kapital akan dipersepsi oleh pembacanya dengan kemarahan. Ketidaktahuan akan etiket seperti dijelaskan di atas, tentunya memiliki dampak negatif yang akan menghambat kemampuan individu tersebut berinteraksi dalam kehidupan sosial dan ekonominya.

Etiket yang dimiliki individu, akan membedakan dia dengan individu lain. Seseorang yang memiliki etiket, tahu bagaimana harus memperlakukan orang-orang yang ditemui dan dikenalnya. Mereka biasanya akan memperlakukan orang lain secara baik dan menyenangkan. Etiket ini melibatkan bermacam perilaku manusia. Diantaranya kebaikan hati, keanggunan, kebijaksanaan, gaya, dan sopan santun. Bagaimana caranya untuk menjadi seseorang yang memiliki etiket baik? Untuk itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan :

  • Saat kita akan melakukan sesuatu, tanyakan pada diri kita apakah hal tersebut baik dan menyenangkan bagi orang yang berinteraksi dengan kita.
  • Pastikan bahwa kita mendahulukan orang lain, tanpa kita mengorbankan diri kita.
  • Praktekan etiket dengan tulus, tidak dibuat-buat.
  • Etiket selalu berkembang sesuai lingkungan dan manusia yang ada, sehingga kita harus terus belajar menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.
  • Belajar di sekolah-sekolah kepribadian untuk meningkatkan kualitas diri kita.

Di alam modern ini, etiket semakin berkembang dan bisa kita temui di segala aspek kehidupan. Baik dibidang pekerjaan, interaksi sosial yang dilakukan secara langsung ataupun secara daring. Etiket tidak hanya mengatur tatacara makan formal dan berpakaian, tetapi juga ditujukan bagi anak-anak maupun dewasa. Misalnya saja etiket bergaul dengan orang yang lebih tua atau lebih muda, etiket dalam kegiatan bisnis, menulis surel (email), dan lain-lain. Secara rinci etiket bisa dibagi kedalam beberapa pokok bahasan. Diantaranya yaitu:

  • Etiket untuk kehidupan kita sehari-hari
  • Etiket di tempat kerja
  • Etiket berbicara
  • Etiket menulis surat elektronik (email)
  • Etiket berbicara ditelpon
  • Etiket daring (online etiket)

Jadi sobat Ambunatya, untuk menjadi pribadi yang menarik, wajah rupawan pada akhirnya bukan satu-satunya faktor utama. Keindahan budi pekerti, sopan santun, dan kemampuan membawa diri akan menjadi hal penting saat kita berkecimpung di masyarakat. Jadi, jangan lupa untuk selalu belajar menjadi lebih baik, jujur, tulus, rendah hati, dan ringan tangan. Kualitas-kualitas positif itu akan membantu kita menggapai cita-cita dan mencapai kesuksesan yang kita harapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!