Odading Khas Bandung
Beberapa minggu belakangan ini, teman- teman yang tinggal di Bandung, share berita tentang odading yang lumayan banyak peminatnya. Banyak konsumen yang rela antri untuk membeli odading Mang Oleh.
Odading ini menjadi viral sejak adanya video promosi yang dibuat oleh Ade Londok dengan gaya ngegasnya. Dampaknya tentu menggembirakan. Omset yang biasanya hanya Rp.500 ribu/hari, langsung melesat tajam menjadi Rp.10 juta/perhari. Angka fantastik untuk penjual kue odading.
Banyak orang yang tertarik datang dan membeli kue odading Mang Oleh. Termasuk Gubernur Jawa Barat, Kang Emil (Ridwan Kamil). Hasilnya, Ade Londok ditunjuk sebagai duta kuliner Jawa Barat.
Sebetulnya apa kue odading itu? Odading adalah sejenis roti goreng yang terbuat dari terigu, telur, gula, dan ragi (ragi instan). Odading di daerah lain disebut dengan nama yang berbeda. Di Jawa Tengah dikenal dengan nama kue bolang-baling, di Jakarta dan sekitarnya disebut kue bantal. Pastinya ada nama lain untuk odading ini. Mungkin ada sobat Ambunatya yang mau menambahkan.
Biasanya penjual odading akan menjual kue sejenis, yang kita kenal dengan nama cakue. Kedua kue ini dibuat dari bahan yang sama, hanya rasa dan bentuknya yang berbeda. Pada umumnya odading memiliki rasa manis karena ditaburi gula bubuk atau diberi isian manis seperti coklat, sedangkan sebaliknya cakue memiliki rasa asin dengan saus asam manisnya. Cakue juga bisa dimakan begitu saja, atau diiris-iris untuk taburan bubur ayam.
Di Bandung, penjual odading dan cakue ini banyak ditemui hampir di setiap sudut jalan. Apalagi Bandung adalah kota yang terkenal dengan keberagaman kulinernya. Ada yang menjualnya di gerobak, atau membawanya di dalam tempat kue semacam rantang besar yang terbuat dari aluminium. Mereka berkeliling, atau mangkal di satu tempat. Harganya juga sangat terjangkau. Biasanya harganya dikisaran seribu sampai dua ribu rupiah, tergantung ukurannya.
Salah satu penjual odading dekat rumah orangtua saya di Bandung, adalah odading Sari Rasa. Bapak penjualnya biasa mangkal di pasar gang Warta. Rasanya lumayan enak, standar rasa kebanyakan odading dan cakue. Bapak ini hanya menjual dua macam kue, odading dan cakue. Kadang ada penjual yang menyediakan varian lain yang sejenis, yaitu donat kampung. Donat dengan taburan gula halus.
Bagi sobat Ambunatya yang penasaran dengan rasa odading, tapi sulit mendapatkan penganan ini di sekitar rumah, bisa mencoba membuatnya sendiri. Tidak terlalu sulit untuk membuatnya. Membutuhkan sedikit tenaga untuk menguleni, tapi Insya Allah setiap kue buatan sendiri biasanya akan terasa lebih nikmat saat disantap bareng keluarga.
Saya bagikan resep odading dari Chef Lucky Nugraha. Selamat mencoba resep ini.


Resep Odading
Bahan :
- 250 gram tepung terigu protein tinggi
- 1 buah telur
- 60 gram gula pasir
- 1 sendok teh garam
- 1 sendok makan ragi instan
- 60 gram susu full cream
- 100-200 ml air
Cara Membuatnya:
- Pertama, larutkan ragi instan ke dalam air hangat. Biarkan sampai berbuih.
2. Langkah selanjutnya, campurkan semua adoan kering, lalu sisihkan.
3. Kemudian kocok telur dan gula sampai gula larut. Masukkan ke dalam adonan kering dan campur rata. Tambahkan larutan air, ragi instan, serta full cream. Aduk sampai kalis.
4. Istirahatkan adonan dan tutup dengan kain lembap atau plastik selama 20 menit.
5. Setelah itu, potong adonan dan goreng dengan api sedang. Goreng sampai coklat keemasan. Setelah itu sajikan selagi hangat.

