Buku jadul milik ayah
Family & Parenting,  Motivation,  Women's Life

Jelajah Dunia Lewat Buku

Dibesarkan di keluarga yang suka membaca, saya tumbuh menjadi seorang kutubuku. Berbagai jenis buku, majalah, komik, dan novel yang ada di rumah, tuntas saya baca. Judul-judul majalah seperti Bobo, Intisari, Tempo, Femina, novel, jadi bacaan saya sehari-hari.

Saat saya duduk di kelas 5 SD, novel karangan Barbara Cartland, Agatha Christie, dan Asmaraman Kho Ping Kho telah menjadi novel-novel favorit saya. Walaupun tentunya Lima Sekawan karangan Enid Blyton yang terfavorit.

Saat itu medio tahun 1980-an. Kondisi perekonomian tidak sebaik saat ini. Ayah dan Ibu saya yang ASN dengan golongan menengah, memiliki gaji terbatas untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Buku menjadi barang mewah yang tidak bisa setiap saat kami miliki. Jatah membeli buku biasanya hanya didapat beberapa bulan sekali. Sisanya jika ingin membaca buku-buku yang lumayan mahal, saya harus kreatif mensiasatinya.

Bagaimana cara agar saya bisa membaca dengan biaya terjangkau atau bahkan gratis? Ada beberapa opsi yang saya lakukan. Yuk kita simak sama-sama.

1. Pinjam Buku Teman dan Kenalan

Opsi pertama adalah memanfaatkan koleksi buku tetangga. Masih segar dalam ingatan, saya sering ke rumah tetangga untuk meminjam koleksi majalah dan buku mereka. Saat itu berlangganan majalah Gadis merupakan salah satu kemewahan buat anak SD usia 12 tahun.  Mayoritas yang berlangganan majalah Gadis adalah remaja usia SMA.

Jadi bukan hal aneh, kalau seharian setiap pulang sekolah, saya akan nongkrong di rumah tetangga untuk membaca koleksi buku dan majalahnya.

Mereka juga punya koleksi novel yang lumayan lengkap. Saat libur sekolah, kegiatan membaca di rumah mereka semakin intensif. Tuan rumah sudah tidak heran, setiap saya muncul di pintu rumah mereka.

2. Baca di Toko Buku

Opsi kedua adalah pergi ke toko buku Gramedia. Gramedia memperbolehkan pengunjungnya untuk membaca di toko, selama kita tidak duduk di lantai. Jadi saat liburan sekolah, banyak yang berdiri di depan rak-rak buku untuk membaca gratis. Rasa cape berdiri seharian, terkalahkan dengan rasa gembira karena bisa membaca buku-buku favorit.

3. Sewa Buku di Taman Bacaan

Opsi ketiga adalah pinjam ke taman bacaan. Taman bacaan menyewakan berbagai macam buku. Tarif pinjam buku bervariasi, tergantung dari harga buku tersebut. Makin mahal harga bukunya, makin mahal pula harga sewanya.

4. Berburu Buku di Pasar Loak

Opsi terakhir adalah pergi ke pasar buku loak untuk membeli buku atau majalah bekas. Perpustakaan tidak menjadi pilihan, karena lokasinya yang lumayan jauh dari rumah orangtua saya.

5. Pinjam Buku di Perpustakaan

Perpustakaan baru menjadi alternatif, ketika saya berkesempatan kuliah ke Amerika. Di sana akses untuk membaca buku sangat mudah. Bahkan di kota kecil sekalipun, perpustakaan tersedia dan memiliki koleksi yang sangat lengkap. Selain buku tersedia juga film dan buku kaset (cassette book) yang bisa kita dengarkan. Mungkin fasilitas ini pula yang membuat mayoritas warga di sana suka membaca.

Kemajuan teknologi saat ini, memberi kita banyak kemudahan. Ada banyak buku, majalah, bahkan koran elektronik gratis yang bisa kita dapatkan melalui internet. Sehingga segala kesulitan yang saya dapati saat saya muda dulu, tidak perlu dialami oleh anak-anak jaman now.

6. Berlangganan E-Book

Teknologi di jaman milenial berkembang dengan pesat disemua lini kehidupan. Demikian juga dengan buku. Buku menjadi semakin mudah didapat. Tidak perlu repot-repot untuk pergi ke toko buku. Membeli buku bisa dilakukan secara online. Bahkan saat ini sudah banyak fasilitas berlangganan e-book. Salah satu produsennya adalah Gramedia.

Gramedia digital, menyediakan bermacam layanan digital bagi customernya. Kita bisa membeli buku secara online atau berlangganan buku-buku digitalnya.

Sejak bulan November 2021, saya mulai berlangganan gramedia e-book. Awalnya saya berlangganan paket premium untuk satu bulan, yang berharga Rp. 89.000,-. Ternyata menyambut hari Natal 2021, ada diskon yang diberikan bagi yang ingin berlangganan. Tentunya saya tidak melewatkan kesempatan ini. Akhirnya saya berlangganan paket premium untuk satu tahun hanya dengan membayar Rp. 499.000,- Jangan khawatir, bagi yang berminat, gramedia digital biasanya memberikan diskon untuk special event. Jadi silahkan untuk cek dan ricek websitenya.

Banyak manfaat membaca buku. Membaca akan memperluas wawasan dan pengetahuan. Sehingga  kita bisa “nyambung,”  saat bicara dengan orang dari latar belakang yang berbeda. Membaca juga memperkaya kosa kata yang kita miliki.

Membaca bisa memperkaya imajinasi, bahkan bisa membawa kita ke tempat-tempat jauh yang tidak bisa datangi. Meskipun tidak punya uang untuk jalan-jalan ke Paris, New York, Tokyo, kita bisa tahu tiap sudut kota melalui buku yang kita baca. Bahkan mungkin lebih rinci, dibandingkan saat kita mengunjungi kota tersebut.

Tapi hal terpenting dari membaca, kita akan memiliki kemampuan untuk menganalisa apa yang terjadi di sekitar kita. Sehingga saat ada informasi yang masuk, kita tidak akan langsung menerimanya mentah-mentah. Pada umumnya, orang yang gemar membaca akan mencari referensi pembanding untuk meyakinkan bahwa informasi yang mereka terima tersebut valid. Membaca akan membantu individu untuk lebih kritis saat menerima informasi dari luar.

Nah tunggu apalagi? Mari kita biasakan rajin membaca setiap hari. Membaca buku-buku bermutu, selain menambah pengetahuan, tentunya akan membuat kita lebih cerdas dan bijaksana dalam menanggapi setiap peristiwa, kejadian, dan perbedaan. Gus Dur pernah mengatakan, “Semakin tinggi ilmu seseorang, maka semakin tinggi toleransinya”.

Buku juga bisa membantu kita dalam menggali potensi diri yang dimiliki. Siapa tahu inspirasi dari buku atau media yang kita baca, akan membuka wawasan kita menuju dunia yang lebih luas lagi dan memberi kesempatan baru dalam hidup kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!